Hari
ini Raditya dan Sylvia akan melakukan kegiatan perkemahan sabtu-minggu dengan
teman-temannya. Dalam acara kemah atau camping banyak kegiatan yang harus
dilakukan,salah satunya Jalan Malam atau bisa disebut Uji Nyali. Dalam acara
ini peserta harus berani menyusuri hutan sekitar perkemahan di malam hari dan
menghadapi segala rintangan yang ada. Mereka di bagi menjadi beberapa
kelompok..
Radit
dan Sylvia bergabung menjadi satu kelompok dengan teman yang lainnya. Tiba-tiba
Radit dan Sylvia terpisah dengan kelompoknya dan lebih parahnya lagi mereka
tersesat dan tak tau arah jalan. butuh waktu yang cukup lama untuk mereka
menyadari situasi tersebut.
“istirahat
sebentar bisa kali, capek tau?” Sylvia meminta kepada Radit untuk beristirahat
sejenak. “Kamu ini, baru jalan sebentar saja sudah minta istirahat”.Radit pun menyahuti
perkataan Sylvia. “Hey, kamu kan cowok jelas staminanya lebih kuatan kamu, tapi
ngomong-ngomong temen yang lainnya pada kemana sih?”. Tanya Sylvia. “Kayaknya
kita ketinggalan lagi sih kamu jalannya lama”. Jawab Radit. “Ihh kamu mah, aku
kan capek… lg pula kamu nggak bilang kalo kita ketinggalan ”. Kata Sylvia
dengan nada bingung. “Aku juga baru tau ….dasar pinterr…” Jawab Radit dengan
nada bercanda campur kesal. “Yaudah,
sekarang mending kita cari jalan menuju perkemahan .” Kata Radit. Radit dan
Sylvia pun melanjutkan jalannya kembali.
Setelah
berapa meter mereka berjalan, mereka pun menemui pertigaan dan mulailah terjadi
perbedaan pendapat. “Yah, jadi bingung deh jalannya kemana?” Tanya Radit dengan
nada bercanda sambil memegang kepalanya. “ kata aku sih, Jalanya belok ke
kiri.” Jawab Sylvia.“Tau darimana kamu, emang kamu sudah pernah kesini apa? ”.
Kata Radit dengan nada penuh keraguan. “ Ihh firasat aku berkata seperti itu,
walaupun aku nggak pernah kesini sebelumnya”. Jawab Sylvia. “ Yaudah lebih baik
kita cari warga saja mungkin itu lebih baik.” Solusi yang diberikan oleh Radit.
Pada
saat Radit sedang mencari warga, Sylvia dengan keteguhan hatinya yang
berdasarkan rasa sok tau melanjutkan perjalanan ke arah kiri. Tidak berapa
lama, Radit pun menemui warga atau satpam yang sedang berkeliling kampung.
“Permisi pak saya mau nanya kalo jalan menuju perkemahan ke arah mana ya pak?”.
Tanya Radit. “Oh kalo Perkemahan kamu tinggal belok kanan terus nanti ketemu
petunjuk jalan, nah disitu ada petunjuk kearah perkemahan nanti tinggal ikutin
petunjuk saja tapi adik jangan belok kiri soalnya itu akan tembus ke pemakaman
umum”. Jawab Satpam tersebut. “ Oh ya sudah, terima kasih ya pak”. Ucap Radit.
“ Iya sama-sama” Jawab Satpam.
Karena
Sylvia kekeh dengan pendapatnya. Akhirnya Sylvia pun terpisah dengan Raditya.
Sylvia berbelok ke kiri sedangkan Raditya mencari warga sekitar untuk
menanyakan arah jalannya. Sylvia pun ketakutan . Dan di tempat yang berbeda , Raditpun menyadari hal tersebut dan bergegas
mencari Sylvia. “ Ya ampun, kenapa gw bisa sampai terpisah gini sama Sylvia?
Mana dia orangnya takutan lagi. Jangan-jangan dia belok kearah kiri lagi, itu
kan tembusnya kuburan.” Ucap Radit dalam
hati. Radit pun mencari Sylvia ke arah kiri.
Ditempat
yang berbeda Sylvia merasa ketakutan dan sedih. Sylvia melihat ada petunjuk
jalan dan hanya tinggal berapa meter lagi dia akan menemui pemakaman umum. Rasa
takut yang dialami Sylvia pun semakin parah sampai-sampai mengeluarkan air
mata.
Tidak
berapa lama Radit melihat Sylvia yang sedang nangis dan ketakutan. Melihat
situasi tersebut muncullah ide jahil di otaknya Radit. Radit pun menyalakan
centernya dibawah muka dan menutupi kepalanya menggunakan sarung dan mendekati
Sylvia. Sylvia pun tambah takut dan nangis dengan kejer. Radit pun
mengagetkannya dan Sylvia kaget dan langsung memeluknya. “Alhamdulillah” Ucap
Radit dalam hatinya. “maaf..”. Ucap Sylvia sambil melepaskan pelukkannya.
“Nggak papa kok, nyantai aja kali..kalo mau lagi juga nggak papa” Kata Radit. “
Ya iya lah,kamu kan modus, dan mencari kesempatan dalam kesempitan”. Ucap
Sylvia sambil mengusap air matanya. “Kok Modus sih.. kan tadi kamu yang meluk.”
Ucap Radit. “ iya sih tapi tadi aku nggak sengaja” Jawab Sylvia. Radit memang
terkenal dengan orang yang suka modusin perempuan dan selalu meperlakukan
perempuan dengan baik. “Yaudah nggak papa, pasti tadi kamu nyariin aku yah”
Tanya Radit dengan tingkat kepedean yang tinggi. “ Ya iyalah, lg siapa suruh
ninggalin aku? mana sebentar lagi udah TPU lagi”. Kata Sylvia. “ Siapa yang
ningggalin sih.. tadi kan aku sudah bilang aku mau nanya orang dulu, ehh tapi kamunya malah jalan sendiri. Kalo
kita bingung tuh jangan malu bertanya,nanti ketakutan terus nangis deh kayak
kamu..” Ucap Radit dengan nada bercanda. “ Iya-iya maaf, yaudah terus jalannya
kemana?”Tanya Sylvia. “Tadi aku udah nanya sama satpam yang lagi jaga disana
katanya, dari pertigaan tadi tuh harusnya ke kanan terus ikutin petunjuk jalan
tapi jangan ke kiri nanti tembusnya pemakaman, tapi temen saya malah belok ke
kiri..” Jawab Radit dengan nada bercanda dan meledek Sylvia. “ihh kok masih
dibahas aja sih..” Ucap Sylvia dengan nada kesal . “Bercanda doang Sylvia,
jangan marah dong. Yaudah kita lanjutin jalannya yuk.” Kata Radit
Akhirnya
mereka melanjutkan perjalanan menuju perkemahan.Dengan mengikuti jalan yang
benar tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka sampai di tempat
perkemahan. “Alhamdulillah, akhirnya sampai juga.” Ucap Radit. “ Cepet banget nyampenya?”
Tanya Sylvia. “Ya iyalah, jaraknya aja nggak begitu jauh, kenapa emangnya,
masih mau jalan berdua aku ya? “ Jawab Radit dengan nada bercanda dan tingkat
kepedean yang tinggi. “nggak” Ucap Sylvia. “Kejadian tadi itu sama kayak kondisi
hati aku tau” Kata Radit. “Kenapa emangnya?” Tanya Sylva “ Soalnya dihati aku
ada kamu yang tersesat dan nggak bisa keluar dari hati ini “ Jawab Radit dengan
sedikit rayuan “Aduh… Terserahlah, apa kata kamu aja yah yang penting kamu
seneng”Kata Sylvia. “Ya sudah usap air matamu, kembali ke tenda kamu dan tidur
dengan nyenyak mimpiin aku jangan lupa ya”. Kata Radit dengan . “ Malesss amat
mimpiin kamu kayak nggak ada mimpi yang lain aja. Yaudah aku ke tenda duluan
ya, Malam…” Ucap Sylvia. “ Silahkan, Malam…” Bales Radit dengan sedikit
senyuman manis.
Mereka
pun akhirnya kembali ke perkemahan dan kembali ke tenda masing-masing lalu
tidur. Besok mereka akan pulang dari perkemahan dan kembali ke rumah membawa
pengalaman baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar