Selasa, 26 Februari 2013

Peristiwa Jalan Malam



Hari ini Raditya dan Sylvia akan melakukan kegiatan perkemahan sabtu-minggu dengan teman-temannya. Dalam acara kemah atau camping banyak kegiatan yang harus dilakukan,salah satunya Jalan Malam atau bisa disebut Uji Nyali. Dalam acara ini peserta harus berani menyusuri hutan sekitar perkemahan di malam hari dan menghadapi segala rintangan yang ada. Mereka di bagi menjadi beberapa kelompok..
Radit dan Sylvia bergabung menjadi satu kelompok dengan teman yang lainnya. Tiba-tiba Radit dan Sylvia terpisah dengan kelompoknya dan lebih parahnya lagi mereka tersesat dan tak tau arah jalan. butuh waktu yang cukup lama untuk mereka menyadari situasi tersebut.
“istirahat sebentar bisa kali, capek tau?” Sylvia meminta kepada Radit untuk beristirahat sejenak. “Kamu ini, baru jalan sebentar saja sudah minta istirahat”.Radit pun menyahuti perkataan Sylvia. “Hey, kamu kan cowok jelas staminanya lebih kuatan kamu, tapi ngomong-ngomong temen yang lainnya pada kemana sih?”. Tanya Sylvia. “Kayaknya kita ketinggalan lagi sih kamu jalannya lama”. Jawab Radit. “Ihh kamu mah, aku kan capek… lg pula kamu nggak bilang kalo kita ketinggalan ”. Kata Sylvia dengan nada bingung. “Aku juga baru tau ….dasar pinterr…” Jawab Radit dengan nada bercanda  campur kesal. “Yaudah, sekarang mending kita cari jalan menuju perkemahan .” Kata Radit. Radit dan Sylvia pun melanjutkan jalannya kembali.
Setelah berapa meter mereka berjalan, mereka pun menemui pertigaan dan mulailah terjadi perbedaan pendapat. “Yah, jadi bingung deh jalannya kemana?” Tanya Radit dengan nada bercanda sambil memegang kepalanya. “ kata aku sih, Jalanya belok ke kiri.” Jawab Sylvia.“Tau darimana kamu, emang kamu sudah pernah kesini apa? ”. Kata Radit dengan nada penuh keraguan. “ Ihh firasat aku berkata seperti itu, walaupun aku nggak pernah kesini sebelumnya”. Jawab Sylvia. “ Yaudah lebih baik kita cari warga saja mungkin itu lebih baik.” Solusi yang diberikan oleh Radit.
Pada saat Radit sedang mencari warga, Sylvia dengan keteguhan hatinya yang berdasarkan rasa sok tau melanjutkan perjalanan ke arah kiri. Tidak berapa lama, Radit pun menemui warga atau satpam yang sedang berkeliling kampung. “Permisi pak saya mau nanya kalo jalan menuju perkemahan ke arah mana ya pak?”. Tanya Radit. “Oh kalo Perkemahan kamu tinggal belok kanan terus nanti ketemu petunjuk jalan, nah disitu ada petunjuk kearah perkemahan nanti tinggal ikutin petunjuk saja tapi adik jangan belok kiri soalnya itu akan tembus ke pemakaman umum”. Jawab Satpam tersebut. “ Oh ya sudah, terima kasih ya pak”. Ucap Radit. “ Iya sama-sama” Jawab Satpam.
Karena Sylvia kekeh dengan pendapatnya. Akhirnya Sylvia pun terpisah dengan Raditya. Sylvia berbelok ke kiri sedangkan Raditya mencari warga sekitar untuk menanyakan arah jalannya. Sylvia pun ketakutan . Dan di tempat yang berbeda ,  Raditpun menyadari hal tersebut dan bergegas mencari Sylvia. “ Ya ampun, kenapa gw bisa sampai terpisah gini sama Sylvia? Mana dia orangnya takutan lagi. Jangan-jangan dia belok kearah kiri lagi, itu kan  tembusnya kuburan.” Ucap Radit dalam hati. Radit pun mencari Sylvia ke arah kiri.
Ditempat yang berbeda Sylvia merasa ketakutan dan sedih. Sylvia melihat ada petunjuk jalan dan hanya tinggal berapa meter lagi dia akan menemui pemakaman umum. Rasa takut yang dialami Sylvia pun semakin parah sampai-sampai mengeluarkan air mata.
Tidak berapa lama Radit melihat Sylvia yang sedang nangis dan ketakutan. Melihat situasi tersebut muncullah ide jahil di otaknya Radit. Radit pun menyalakan centernya dibawah muka dan menutupi kepalanya menggunakan sarung dan mendekati Sylvia. Sylvia pun tambah takut dan nangis dengan kejer. Radit pun mengagetkannya dan Sylvia kaget dan langsung memeluknya. “Alhamdulillah” Ucap Radit dalam hatinya. “maaf..”. Ucap Sylvia sambil melepaskan pelukkannya. “Nggak papa kok, nyantai aja kali..kalo mau lagi juga nggak papa” Kata Radit. “ Ya iya lah,kamu kan modus, dan mencari kesempatan dalam kesempitan”. Ucap Sylvia sambil mengusap air matanya. “Kok Modus sih.. kan tadi kamu yang meluk.” Ucap Radit. “ iya sih tapi tadi aku nggak sengaja” Jawab Sylvia. Radit memang terkenal dengan orang yang suka modusin perempuan dan selalu meperlakukan perempuan dengan baik. “Yaudah nggak papa, pasti tadi kamu nyariin aku yah” Tanya Radit dengan tingkat kepedean yang tinggi. “ Ya iyalah, lg siapa suruh ninggalin aku? mana sebentar lagi udah TPU lagi”. Kata Sylvia. “ Siapa yang ningggalin sih.. tadi kan aku sudah bilang aku mau nanya orang dulu,  ehh tapi kamunya malah jalan sendiri. Kalo kita bingung tuh jangan malu bertanya,nanti ketakutan terus nangis deh kayak kamu..” Ucap Radit dengan nada bercanda. “ Iya-iya maaf, yaudah terus jalannya kemana?”Tanya Sylvia. “Tadi aku udah nanya sama satpam yang lagi jaga disana katanya, dari pertigaan tadi tuh harusnya ke kanan terus ikutin petunjuk jalan tapi jangan ke kiri nanti tembusnya pemakaman, tapi temen saya malah belok ke kiri..” Jawab Radit dengan nada bercanda dan meledek Sylvia. “ihh kok masih dibahas aja sih..” Ucap Sylvia dengan nada kesal . “Bercanda doang Sylvia, jangan marah dong. Yaudah kita lanjutin jalannya yuk.” Kata Radit
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan menuju perkemahan.Dengan mengikuti jalan yang benar tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka sampai di tempat perkemahan. “Alhamdulillah, akhirnya sampai juga.” Ucap Radit. “ Cepet banget nyampenya?” Tanya Sylvia. “Ya iyalah, jaraknya aja nggak begitu jauh, kenapa emangnya, masih mau jalan berdua aku ya? “ Jawab Radit dengan nada bercanda dan tingkat kepedean yang tinggi. “nggak” Ucap Sylvia. “Kejadian tadi itu sama kayak kondisi hati aku tau” Kata Radit. “Kenapa emangnya?” Tanya Sylva “ Soalnya dihati aku ada kamu yang tersesat dan nggak bisa keluar dari hati ini “ Jawab Radit dengan sedikit rayuan “Aduh… Terserahlah, apa kata kamu aja yah yang penting kamu seneng”Kata Sylvia. “Ya sudah usap air matamu, kembali ke tenda kamu dan tidur dengan nyenyak mimpiin aku jangan lupa ya”. Kata Radit dengan . “ Malesss amat mimpiin kamu kayak nggak ada mimpi yang lain aja. Yaudah aku ke tenda duluan ya, Malam…” Ucap Sylvia. “ Silahkan, Malam…” Bales Radit dengan sedikit senyuman manis.
Mereka pun akhirnya kembali ke perkemahan dan kembali ke tenda masing-masing lalu tidur. Besok mereka akan pulang dari perkemahan dan kembali ke rumah membawa pengalaman baru.